Selasa, 05 Mei 2015 - 14:18:12 WIB - Viewer : 10904

SGI Bangun Infrastruktur Kabel Fiber Optic Indonesia Timur

Kegiatan pemasangan fiber optic di laut

AMPERA.CO, Makassar - PT Sarana Global Indonesia (SGI) kembali dipercaya oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) untuk melaksanakan penggelaran kabel laut, Sistim Komunikasi Kabel Laut Luwuk Tutuyan (SKKL-LT) yang merupakan sistem repeater less Telkom terbaru;  membentang dari daerah Luwuk, Sulawesi Tengah, hingga daerah Tutuyan, Sulawesi Utara.  Penggelaran kabel fiber optic ini merupakan bagian penting dari pembangunan infrastruktur di bidang telekomunikasi dan informatika yang akan melayani kebutuhan masyarakat luas terhadap kebutuhan data dan suara dalam bentuk broadband khususnya bagi masyarakat di wilayah Indonesia Timur.

Disadari makin luasnya kebutuhan penggunaan internet di hampir seluruh sendi kehidupan di era modern sekarang ini,  kualitas kecepatan dan kemampuan internet sangat penting. Internet kini menjadi kebutuhan dasar masyarakat luas di sektor telekomunikasi. Masyarakat di daerah terpencil pun sekarang membutuhkan telekomunikasi melalui internet.  Untuk itu lah bersama Telkom, PT SGI mengambil peran penting dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini.

"Kami dipercaya kembali oleh Telkom untuk menggelar kabel laut dari Luwuk, Sulawesi Tengah, hingga Tuyutan, Sulawesi Utara,  membentang sepanjang 348 kilometer melewati bawah laut hingga mencapai kedalaman 3.000 meter, menembus Laut Maluku. Penggelaran bawah laut ini menggunakan jenis kabel Submarine Optical Cable G.654 Light Weight Protected (LWP), tipe: Single Armor (SA) dan Double Armor (DA) yang terdiri atas enam (6) pasang fiber," jelas Chandra Arie Setiawan, CEO PT SGI, dalam jumpa pers di Makassar, Minggu 3 Mei 2015.

Penggelaran yang dipercayakan kepada PT SGI meliput Pekerjaan Shore-end, yaitu dari kawasan pantai Luwuk, sebelum kabel masuk ke bawah laut.  Kemudian masuk kedalamam laut hingga mencapai 3.000 meter.  Di kawasan pantai Tutuyan, kembali PT SGI bertugas menanam kabel fiber optic sekitar 7.500 meter sebelum daratan untuk kemudian dihubungkan ke STO milik Telkom di Tutuyan.

Kepercayaan yang diberikan Telkom kepada PT SGI dinilai sangat strategis. Chandra mengakui bahwa, penggelaran kabel laut  ini merupakan salah satu bentuk visi dan misi PT SGI  terlibat aktif dalam pembangunan infrastuktur bidang telekomunikasi. Pertumbuhan penduduk Indonesia yang tergolong tinggi, dimana internet sudah digunakan di sekolah-sekolah, juga digunakan oleh para pelaku bisnis di berbagai sektor, maka PT SGI mendukung penuh pembangunan di sektor telekomunikasi.  "Kami menerima kepercayaan ini tidak hanya sekedar melihat pada nilai keuntungan perusahaan semata tapi lebih kepada keterlibatan kami berperan dalam sejarah pembangunan infrastruktur di bidang telekomunikasi menjadi lebih strategis," tambah Chandra Arie Setiawan. Kami juga ingin membuktikan bahwa pada era pemerintahan Jokowi-JK pembangunan infrastruktur telekomunikasi berupa penggelaran kabel laut sudah dimulai di wilayah timur Indonesia.

Dalam peresmian penggelaran yang diselenggarakan di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar ini, hadir Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Bapak Rudiantara, Walikota Makasar, Ir H.Moh. Ramdhon Pomato, Direktur NITS (Network IT & Sollution) PT Telkomunikasi Indonesia Tbk, Abdus Somad Arief, beserta sejumlah anggota musyawarah pimpinan daerah propinsi Sulawesi Selatan.

Adapun Rudiantara menegaskan kembali bahwa (1) Program ini untuk kebutuhan infrastruktur broadband yang makin pesat, (2) Diperuntukan untuk wilayah Indonesia Timur, (3) Peran Telkom sebagai telekomunikasi nasional berperan kuat sebagai flag carrier, (4) Terlihat kuat pula peran SGI sebagai pemain/kontraktor nasional untuk teknologi broadband kabel laut.

Investasi jasa penggelaran kabel laut ini mencapai lebih kurang Rp. 100 milyar, dan target pekerjaan ini diharapkan akan selesai  Juni, 2015. (Rilis)