Rabu, 28 Mar 2018 - 09:20:00 WIB - Viewer : 8468
Tak sesuai Ranking, Pelantikan Komisioner KPID Sumsel menuai Kontroversi
AMPERA.CO, Palembang - Pelantikan 7 Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Selatan periode 2017 - 2020 oleh Gubernur Alex Noerdin, selasa (27/3/2018) menuai kontroversi karena ada beberapa nama komisioner yang dilantik tidak sesuai dengan hasil penetapan berdasarkan rangking dalam uji kepatutan dan kelayakan terhadap 21 calon komisioner KPID Sumsel yang telah ditetapkan oleh Komisi I DPRD Sumsel.
Dalam salinan keputusan DPRD Sumsel yang diterima oleh AMPERA.CO, telah ditetapkan hasil rangking satu sampai tujuh menjadi Komisioner KPID Sumsel dan rangking 8 sampai 14 menjadi anggota cadangan, untuk selanjutnya dibuatkan Surat Keputusan (SK) dan dilantik oleh Gubernur.
Pelantikan menjadi kontroversi karena terjadi pergeseran nama dari penetapan semula, dimana nama Fathony Muhammad (ranking 1) dan Hefriady (ranking 4) yang harusnya dilantik sebagai komisioner KPID Sumsel digeser oleh H. Eftiyani (ranking 11) dan Ekky Syahruddin (ranking 12) yang seharusnya menjadi anggota cadangan karena bukan peringkat 7 besar.

Baca juga : Kontroversi Pelantikan Komisioner KPID Sumsel, Gubernur dinilai Sewenang-wenang dan Tidak Objektif
Saat ditanya wartawan mengenai adanya nama yang dilantik tidak sesuai dengan hasil fit & proper test dari DPRD Sumsel, Gubernur mengatakan silahkan tanya tim seleksi (timsel), karena yang memilih itu timsel.
"Yang pilih itu tim seleksi, Tanya kepada timsel. Pasti ada pertimbangan, Ranking satu bukan yang terbaik dan rangking paling bawah bukan yang terjelek,"ujar politisi partai Golkar ini.
Menurutnya, dalam pemilihan anggota komisioner KPID memiliki beberapa pertimbangan termasuk faktor kesehatan "Misal, bila calon anggota itu sakit - sakitan, tentu tidak wajar," jelasnya
Berikut 7 orang komisioner KPID Sumsel yang dilantik selasa kemarin (27/3/2018)
1. Lukman B. Syailendra
2. M. Yul Fajrin
3. Meytri Puspa Rimi
4. Guntur
5. Sisilia
6. H. Eftiyani
7. Ekky Syahruddin



