Kamis, 25 Mei 2017 - 19:01:00 WIB - Viewer : 4580
Usai Sertijab Bupati Muba Gandeng Sampoerna Foundation di Bidang Pedidikan
AMPERA.CO, Sekayu - Di hari kedua menjabat, Bupati Muba H Dodi Reza Alex Noerdin langsung menggebrak dengan program peningkatan mutu pendidikan. Sesaat setelah selesai serah terima jabatan, Dodi, dengan disaksikan Gubernur Sumatera Selatan Ir H Alex Noerdin dan Ketua DPRD Muba H Abusari SH MH, melaksanakan penandatangan kesepakatan dengan Head Of Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach, Gusman Samsudin Yahya, yakni kerjasama Lighthouse School Program dan Pusat Balajar Guru di Ruang Rapat Paripurna DPRD Muba Rabu(24/5/2017).
Dikatakan Dodi, bahwa Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akan selalu berupaya semaksimal mungkin untuk membuat kebijakan, serta terobosan baru dalam rangka memajukan dan meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan mulai dari pra-sekolah sampai dengan perguruan tinggi.
“Kita sadari betul bahwa kendati Muba memiliki sumber daya alam yang melimpah, namun tanpa didukung sumber daya manusia dengan pendidikan yang berkualitas mustahil suatu daerah akan maju pembangunannya,” jelasnya.
Pemkab Muba menyambut baik dan berterimakasih atas kerjasama di bidang pendidikan lanjut Dodi, “harapan kami dengan ditandatanganinya nota kesepahaman ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Muba.”
Sementara itu Head Of Putera Sampoerna Foundation School Development Outreach, Gusman Yahya menjelaskan, Lighthouse School Program merupakan program peningkatan kualitas sekolah secara intensif melalui pendekatan konfrehensif, kolaboratif untuk mewujudkan sistem manajemen sekolah yang akuntable didukung oleh guru-guru berkualitas terutama pada bidang Science, Technology, Engineering dan Math (STEM) dengan praktik terbaik pembelajaran internasional.
“Program ini merupakan proses intervensi melalui pengembangan profesional guru peningkatan kualitas manajemen sekolah ,peningkatan kapasitas siswa dan pemberdayaan komunitas sekolah. Untuk permulaan, sasaran program ini adalah dua sekolah dasar yaitu SD Negeri 1 Babat Toman dan SD Negeri 1 Sungai Lilin, serta dua sekolah menengah pertama yaitu SMP Negeri 1 Babat Toman dan SMP Negeri 1 Sungai Lilin,” jelasnya.
Terpilihnya keempat sekolah tersebut diantaranya karena telah memenuhi kriteria, yakni terakreditasi minimal C; jumlah guru yang memadai, memiliki laboratorium dan memiliki akses internet.
Dalam program tersebut, lanjut Gusman, akan dikembangkan pula Pusat Belajar Guru (PBG), yakni sebuah institusi penyediaan akses pembinaan profesionalisme guru yang berkesinambungan, sistematis dan terstruktur. PBG merupakan wadah pelatihan pendampingan diskusi dan pertukaran informasi komunitas guru, baik pada keempat sekolah tersebut maupun sekolah lain di wilayahnya.



