Rabu, 09 Agu 2017 - 13:56:00 WIB - Viewer : 757

Amdal Lalin Hotel Ibis Ikut Disoal

Rep : AT. Putra/ed:Feri

Ampera.co
Rapat gabungan Komisi I, II dan III beserta Opd Pemkot Palembang, Selasa (8/8)

AMPERA.CO, Palembang - Pengakuan mengejutkan disampaikan oleh Dishub Palembang saat rapat gabungan antara Komisi I, II dan III beserta organisasi perngakat daerah (OPD) Palembang, belum lama ini, terbongkar jika permohonan izin Analisa Dampak Lingkungan lalu lintas (Amdal Lalin) Hotel Ibis tak dilengkapi data pendukung.

"Memang betul tidak ada data pendukung dalam proses pengajuan izin. Tapi saat itu kita minta sediakan satu lantai lagi untuk tempat parkir,"kata Kabid Keselamatan, Dishub Palembang, Zulkifli saat rapat gabungan.

Ia mengatakan, sertifikat lahan yang akan digunakan untuk membangun, karena hal itu biasanya sudah diketahui oleh instansi terkait, seperti Dinas Tata Kota sekarang menjadi dinas PU PR untuk rencana bangunan, Dinas PU BM untuk drainase dan lingkungan serta kepolisian.

Dijelaskannya, dalam pengajuan pemohon akan menyiapkan sebanyak 208 kamar, dengan 8 lantai serta 2 lantai untuk basement.

"Namun, dalam kajiannya, 2 lantai basement yang akan dijadikan tempat parkir hanya mampu menampung sebanyak 85 kendaraan roda empat,"katanya.

Kepala Dishub Palembang, Kurniawan menambahkan, permohoman rekomendasi amdal lalin atas nama Gunawati Pandami O, tertanggal 22 Agustus 2013 dengan melampirkan advis planing, luas lantai, fasilitas yang akan dipakai, luas lahan 2.929,77 m2 dan luas bangunan 13,583,67 m2.

Ternyata, setelah dicek kelapangan, luas lahan dan bangunan berbeda dengan  seperti yang dimohonkan sehingga pihaknya memberikan peringatan dan pihak pengembang saat itu bersedia untuk merevisi izin tersebut.

"Ada selisih jumlah luas lahan dan bangunan antara permohonan awal dengan yang tertera pada IMB dan itu kita peringatkan,"katanya.

Ketua Komisi I DPRD Palembang, Endang Larasati Lelasari mempertanyakan coretan tanpa paraf angka 14 yang ada pada poin satu, (1) rekomendasi amdal lalin serta ketidakjelasan data antara amdal lalin dan IMB.

"Ini sebenarnya hotel mau dibangun berapa lantai, IMB nya 11 lantai dan 2 basement, Amdal Lalinnya 14 lantai yang benar yang mana,"katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Palembang, Chandra Darmawan mengatakan, jika pihaknya sudah final menyimpulkan rekomendasi amdal lalin itu sudah jelas terjadi kealfaan dari permohonan awal hingga keluarnya IMB yang tidak didukung oleh data pendukung.

"Semestinya kalau ijin yang diberikan tidak sesuai dengan yang dikerjakan maka izin itu harus direvisi atau dicabut dan kondisi ini sangat mempengaruhi tingkatan hotel yang bisa dibangun. Berdasarkan kajian kami dengan luas yang tertera pada sertifikat hanya diperbolehkan membangun hingga 5 lantai.Belum lagi fasilitas yang bisa digunakan sangat berpengaruh dengan luas lahan,"pungkasnya

    TAGS   :

Komentar Berita