Selasa, 04 Agu 2026 - 22:21:00 WIB - Viewer : 272

Bagaimana Peran Akademisi Untuk Mendorong Mahasiswa Wirausaha & UMKM Terus Tumbuh dan Naik Kelas

Oleh : H. Feri Yuliansyah, ST, MT *)

AMPERA.CO - Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian nasional di Indonesia Dimana UMKM berkontribusi sekitar 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dengan nilai mencapai sekitar Rp 13.390 triliun yang menyerap hingga 97% tenaga kerja nasional atau sekitar 121 juta orang, dan turut berkontribusi sebesar 15,7% terhadap ekspor nasional pada tahun 2024.

Dengan demikian, bila UMKM mengalami kemajuan signifikan, baik dalam kapasitas produksi maupun daya saing global, hal ini akan berdampak langsung pada penguatan ekonomi nasional secara menyeluruh.

Untuk itulah, merupakan suatu hal yang sangat penting untuk memajukan sektor UMKM di Indonesia dengan memperkuat kapasitas UMKM melalui Pendidikan kewirausahaan dikampus untuk menciptakan tambahan wirausaha baru di negara kita yang kelak akan memperkuat sektor UMKM di Indonesia.

Disinilah salah satu peran kunci akademisi untuk mendorong terbentuknya wirausaha muda yang baru dan UMKM yang terus tumbuh dan naik kelas, mulai dari Tingkat lokal hingga bersaing ke pasar global dunia.

Peran akademisi tidak hanya sebatas menyampaikan teori di dalam kelas, melainkan bertindak sebagai enabler, inkubator, dan jembatan ekosistem agar mahasiswa yang menjadi calon wirausaha muda dan UMKM kelak mampu bertransformasi dari sekadar bisnis bertahan hidup (survival) menjadi bisnis yang terskala (scalable).

Dalam model inovasi Triple Helix (Perguruan Tinggi, Industri, dan Pemerintah), akademisi memegang kendali utama dalam membangun kapasitas SDM dan mentransfer pengetahuan berbasis riset, mulai dari merancang Kurikulum Experiential Learning yang mengalihkan Pelajaran dari Teori ke Praktik, denganmengubah model pembelajaran dari semula sekadar penyusunan business plan menjadi validasi pasar nyata (Lean Startup, Design Thinking, dan eksperimentasi produk).

Dalam konteks bertindak sebagai enabler & inkubator para akademisi juga diajak menjadi Pengelola Inkubator Bisnis & Akselerator di Kampus mulai dari Mentoring Bertahap sepertiMenyediakan pembimbingan terstruktur mulai dari tahap ideasi (ideation), pembuatan prototype (MVP), hingga pencarian pasar (market fit), dan juga Fasilitator untuk Ruang Bisnis seperti Menyediakan fasilitas laboratorium riset, co-working space, hingga akses lisensi perangkat lunak yang dibutuhkan mahasiswa untuk mengembangkan produk, termasuk juga Mendorong mahasiswa dan UMKM mengadopsi inivasi teknologi tepat guna hasil penelitian dosen (Hilirisasi Hasil Riset)

Peran selanjutnya yang bisa dilakukan oleh Akademisi dan Kampus, yakni menjadi jembatan Sinergi yang baik antara para stake-holder terkait, seperti antara sektor publik (pemerintah), jaringan alumni, dan juga asosiasi industry seperti Kamar Dagang Indonesia (KADIN), Asosisasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI), dan sinergi dengan sektor swasta lainnya agar program pemberdayaan UMKM bisa lebih tepat sasaran dan berdampak luas.

Peta Jalan Membantu UMKM & Mahasiswa "Naik Kelas"

Untuk memastikan wirausaha tidak berhenti di level skala kecil, akademisi bisa mengambil peran dengan menerapkan indikator pendampingan yang terukur, mulai dari tahap pengembangan seperti validasi masalah, riset pasar, dan pembentukan karakter entrepreneurial mindset. Tahap tumbuh  seperti Pendampingan perizinan dan sertifikasi, tata kelola keuangan (pencatatan keuangan rapi), peningkatan omzet, dan digitalisasi operasional. hingga ke tahap Scale-up (Ekspansi Pasar) seperti Hilirisasi teknologi, strategi ekspor, efisiensi rantai pasok, dan persiapan pendanaan eksternal . agar bisa naik kelas.dan meperluas pasar ke tingkat nasional dan global (ekspor).

Strategi Penguatan di Tingkat Perguruan Tinggi

Ada berbagai strategi untuk mendukuhg Peran Akademisi dan perguruan tinggi dalam Mendorong Mahasiswa Wirausaha & UMKM terus tumbuh dan naik kelas yakni pertama kampus bisa membangun Ekosistem Mentoring Berbasis Praktisi dengan Mengombinasikan dosen akademis dengan praktisi bisnis (dosen industri) sebagai co-mentor.

Kedua, kampus bisa membuat Klinik UMKM & Kewirausahaan seperti Membuka layanan konsultasi gratis bagi UMKM lokal yang dikelola oleh dosen dan mahasiswa lintas disiplin (Hukum untuk legalitas, Akuntansi untuk keuangan, Desain Komunikasi Visual/Komunikasi untuk branding).

Strategi ketiga Adalah dengan Penyediaan Matching Fund seperti Mendorong kolaborasi pendanaan antara kampus dan mitra industri untuk mendanai riset terapan yang langsung menyelesaikan masalah operasional UMKM.

Dengan Strategi penguatan dari kampus dan akademisi, dimana calon wirausaha muda dan UMKM Indonesia telah didukung dengan Pendidikan dan Latihan, akses pembiayaan, strategi pemasaran yang unggul, koneksi lintas sektor, jejaring ekspor dan eksposur media kreatif akan membuat pelaku UMKM kita lebih siap dan percaya diri untuk naik kelas dan diharapkan dapat meningkatkan kompetensi UMKM yang bisa menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

*) : Penulis adalah Praktisi Wirausaha dan Dosen Universitas Tamansiswa Palembang