Rabu, 19 Nov 2025 - 18:59:00 WIB - Viewer : 1972

Dosen Pendidikan Matematika Unsri Laksanakan Pengabdian kepada Masyarakat di SDN 149 Palembang

// Ciptakan Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan

Redaksi AMPERA.CO

Dosen Unsri dan guru SDN 149 Palembang dalam kegiatan pengabdian masyarakat

AMPERA.CO, Palembang — Tim dosen dari Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Sriwijaya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Implementasi Pembelajaran yang Menyenangkan Menggunakan Media Alternatif di SDN 149 Palembang.” Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Darmawijoyo, M.Si., dengan anggota Prof. Dra. Nyimas Aisyah, M.Pd., Ph.D., Septy Sari Yukans, M.Sc., Dea Alvionita Azka, M.Sc., dan Berta Panduwinata, M.Pd, dan dibiayai oleh Universitas Sriwijaya melalui hibah pengabdian kepada masyarakat skema pengabdian berbasis masyarakat Tahun Anggaran 2025 sesuai dengan SK Rektor Nomor 0014/UN9/SK.LPPM.PM/2025.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Tujuan utamanya adalah membantu guru sekolah dasar agar mampu mengembangkan pembelajaran matematika yang lebih menarik dan menyenangkan, khususnya pada topik Pecahan. Dalam kegiatan ini, tim PkM berfokus pada pemanfaatan media alternatif yang dapat digunakan untuk memvisualisasikan konsep pecahan secara konkret, sehingga siswa dapat belajar dengan lebih aktif dan interaktif. Melalui penggunaan media tersebut, pembelajaran matematika diharapkan tidak lagi didominasi oleh metode ceramah semata, tetapi juga melibatkan aktivitas eksploratif yang membuat siswa terlibat langsung dalam proses belajar.

Sebelum kegiatan PkM dilaksanakan, tim terlebih dahulu melakukan tahap persiapan media pembelajaran. Tim menyiapkan dua jenis media alternatif, yaitu media berbahan styrofoam dan media berbahan kayu (plywood). Seluruh media dirancang dengan prinsip pembelajaran matematika yang menyenangkan, yaitu menekankan pada aspek visual, interaktif, dan kontekstual, agar siswa lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak seperti pecahan. Selain menyiapkan media, tim juga menyiapkan berbagai perangkat pendukung kegiatan, seperti instrumen pretest dan post-test untuk mengukur efektivitas pembelajaran, slide materi pelatihan, serta Lembar Kerja Siswa (LKS) yang digunakan selama kegiatan berlangsung. Semua perangkat ini dirancang agar guru dapat langsung mengaplikasikannya dalam proses belajar mengajar di kelas.

Setelah tahap persiapan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan tahapan pelaksanaan yang terdiri atas enam langkah utama dan berlangsung dari bulan September hingga November 2025. Tahap pertama diawali dengan menggali permasalahan pembelajaran yang dihadapi guru serta menjajaki potensi kerja sama dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah. Hasil diskusi antara tim PkM dan pihak sekolah menghasilkan timeline pelaksanaan kegiatan yang mencakup beberapa tahapan, yaitu sosialisasi kegiatan, pelatihan guru, pendampingan implementasi pembelajaran, penerapan media pembelajaran, serta evaluasi dan tindak lanjut kegiatan.

Tahap kedua dilanjutkan dengan sosialisasi kegiatan pada 25 September 2025, yang dihadiri oleh kepala sekolah serta guru-guru kelas SDN 149 Palembang. Dalam kegiatan ini, tim menjelaskan maksud, tujuan, dan manfaat program pengabdian, serta membangun komitmen bersama dalam pelaksanaannya. Tahap berikutnya, yaitu penyamaan persepsi antara tim pengabdian, kepala sekolah, dan para guru dilaksanakan pada 15 Oktober 2025 yang dihadiri oleh 19 orang guru, yang terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran, wakil kepala sekolah, serta kepala sekolah. Pertemuan ini bertujuan memastikan kegiatan berjalan sesuai kebutuhan dan karakteristik sekolah mitra.

Tahap pelatihan menjadi bagian inti dari rangkaian kegiatan, yang diselenggarakan pada 22 Oktober 2025  yang diikuti oleh 17 orang guru kelas yang merupakan sasaran utama dari program PkM. Pelatihan dibuka dengan penyampaian materi pembelajaran yang menyenangkan oleh Prof. Dra. Nyimas Aisyah, M.Pd., Ph.D., yang menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang bermakna dan menyenangkan di kelas. Pembelajaran matematika tidak seharusnya hanya berfokus pada kemampuan siswa dalam melakukan perhitungan, tetapi juga pada pemahaman makna di balik setiap konsep matematika yang dipelajari. Sesi berikutnya diisi oleh Septy Sari Yukans, M.Sc. yang menyampaikan materi tentang konsep dasar pembelajaran pecahan di sekolah dasar. Dalam sesi ini, peserta diajak meninjau kembali hakikat pecahan sebagai bagian dari keseluruhan serta memahami tahapan perkembangan konsep pecahan pada anak. Guru juga dikenalkan pada kesalahan umum yang sering terjadi dalam pembelajaran, baik dari sisi representasi maupun prosedural.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penggunaan media pembelajaran alternatif berupa Built-in Definition of Fraction. Guru dibimbing oleh Dea Alvionita Azka, M.Sc. dan Berta Panduwinata, M.Pd. untuk mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) secara berkelompok. Melalui praktik ini, guru memperoleh pengalaman langsung bagaimana media tersebut membantu siswa memahami konsep pecahan secara konkret dan visual.

Sebelum tahap implementasi di kelas, tim PkM melaksanakan pendampingan bagi guru pelaksana untuk memastikan pemahaman terhadap penggunaan media Built-in Definition of Fraction dan strategi penerapannya dalam pembelajaran. Pendampingan dilakukan secara langsung melalui diskusi antara tim dan Ibu Eliyah Yuliana, M.Pd., guru kelas V yang akan mengajar menggunakan media tersebut. Dalam sesi ini, tim dan guru meninjau kembali Lembar Kerja Siswa, merumuskan tujuan pembelajaran, serta mendiskusikan langkah-langkah penggunaan media secara efektif dari tahap pengenalan hingga generalisasi.

Tahapan selanjutnya adalah implementasi pembelajaran yang dilaksanakan pada 29 Oktober 2025 oleh Ibu Eliyah Yuliana, M.Pd. Siswa yang mengikuti pembelaajaran terlihat aktif dan bersemangat mengikuti pembelajaran. Melalui penggunaan media alternatif yang telah disiapkan, siswa lebih mudah memahami konsep pecahan karena dapat langsung memanipulasi benda konkret sambil berdiskusi dengan teman-temannya. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup dan menyenangkan.

Sebagai tahap akhir, tim pengabdian melaksanakan kegiatan evaluasi dan tindak lanjut setelah kegiatan pelatihan dan implementasi dlakukan. Evaluasi dilakukan bersama pihak sekolah untuk meninjau kebermanfaatan kegiatan serta peningkatan kompetensi guru setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan guru telah memiliki pemahaman yang cukup mendalam terhadap konsep-konsep pecahan yang menjadi fokus kegiatan PkM, serta merasa mampu mengimplementasikannya dalam pembelajaran di kelas.

Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap agar sekolah dapat menjadi pionir dalam menerapkan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan inspiratif. Kolaborasi antara dosen dan guru di lapangan diharapkan terus terjalin, sehingga hasil dari kegiatan pengabdian ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar dan mendukung terciptanya generasi pelajar yang kreatif, aktif, dan gemar belajar matematika.