Senin, 23 Apr 2018 - 22:17:00 WIB - Viewer : 4604
Driver Ojol Tuntut Kesejahteraan
AMPERA.CO
AMPERA.CO, Palembang - Ribuan driver ojek online (Ojol) lintas komunitas Palembang melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Sumsel, driver yang berasal dari Grab maupun Gojek itu menuntut kesejahteraan.
Dalam aksi 234 ini, beberapa tuntutan yang disampaikan antara lain permasalahan perang tarif antar aplikator. Melalui aksi lintas komunitas, rider dan driver online kota Palembang ingin mengetuk hati pemerintah dan DPRD Sumsel.
"Kami berharap kepada pemerintah agar dapat membantu kami sebagai mitra yang dirugikan aplikator. Adanya perang tarif sangat tidak memihak kami. Situasi seperti ini justru menjadikan para rider maupun driver bagaikan sapi perah," tegas Koordinator Aksi Rusdi, Senin (23/4)
Menurutnya, adanya perang tarif, driver sangat dirugikan dan justru menghancurkan perekonomian mitranya. Pihaknya meminta agar pemerintah dapat mengusir aplikator luar negeri dan mendorong aplikasi karya anak bangsa dalam membangun NKRI.
Sementara untuk pihak aplikator, driver menuntut agar menghentikan persaingan tidak sehat yang dapat merugikan mitranya. Serta merancang sistem yang berpihak untuk meningkatkan kesejahteraan mitra.
"Kembalikan perhitungan performa 40 persen dan tetapkan tarif dasar sebesar Rp12.000. Untuk tarif per KM agar ditingkatkan menjadi Rp3.000 sampai Rp5.000. Dan yang terpenting jangan melakukan suspend sepihak tanpa adanya peringatan," kata Koordinator Lapangan, Budi Satria.
Wakil Ketua DPRD Sumsel, Chairul S. Matdiah berjanji akan menyampaikan aspirasi rider dan driver online kepada pihak eksekutif. Untuk pihak operator, Chairul juga mendorong agar dapat mendengarkan aspirasi mitranya yang saat ini sangat dirugikan.
"Aspirasi akan kami sampaikan kepada eksekutif dan pihak operator. Karena disini kami hanya penyambung lidah, bukan pihak yang dapat memutuskan," pungkasnya.



