Senin, 24 Nov 2025 - 20:07:00 WIB - Viewer : 2120
Mendorong Implementasi Diferensiasi dan Deep Learning dalam Pembelajaran Matematika
// Dengan Pendampingan Profesional bagi Guru SMP di Kecamatan Ilir Timur I
IST
AMPERA.CO, Palembang - Tim dosen Pendidikan Matematika dari Universitas Sriwijaya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul “Pendampingan Profesional bagi Guru SMP di Kecamatan Ilir Timur I dalam Implementasi Diferensiasi dan Deep Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Matematis Siswa”. Kegiatan pengabdian diketuai oleh Dr. Ely Susanti, M.Pd., dan anggota pengabdian: Dr. Somakim, M.Pd, Dra. Indaryanti, M.Pd., Novika Sukmaningthias, M.Pd., Dr. M. Hasbi Ramadhan, M.Si., dan Yovika Sukma, M.Pd., Annisa Oktavia Lestari, M.Pd.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi guru dalam merancang pembelajaran matematika yang adaptif, mendalam, dan berpusat pada siswa.
Kegiatan pendampingan dilaksanakan selama beberapa minggu bekerjasama dengan MGMP Kota Palembang. Peserta kegiatan terdiri dari guru-guru dari berbagai sekolah. guru-guru tersebut berasal dari SMPN 3 Palembang, SMPN 6 Palembang, SMP Negeri 13 Palembang, SMPN 43 Palembang, SMP Negeri 15, SMP Negeri 48 Palembang, SMP N 37 Palembang, SMP PGRI 11 Palembang, SDIT Al Furqon Palembang, SMP Muhammadiyah 4 Palembang, SMP Negeri 9 Palembang, SMPN 57 Palembang, SMP Negeri 36 Palembang, SMPN 22 Palembang, SDN 249 Palembang.
Kegiatan diawali dengan pemberian materi oleh ibu Dra. Indaryanti, M.Pd. materi yang diberikan Adalah komponen pembelajaran, pendekatan, strategi, model, metode, Teknik. Beliau menerangkan lima konsep penting dalam pembelajaran, Menjelaskan hubungan antar komponen pembelajaran. Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan terkait pembelajaran mendalam. Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui oleh fikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistic dan terpadu.
Foto pemberian materi oleh tim pengabdian kepada Para Guru Peserta PKM
Selama pelatihan Para guru matematika mendapatkan pelatihan intensif, pendampingan praktik kelas, serta forum refleksi pembelajaran. Fokus utama kegiatan adalah bagaimana guru dapat mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi dan deep learning yaitu strategi pembelajaran yang menyesuaikan materi, proses, dan produk belajar sesuai kebutuhan, minat, serta profil belajar siswa—dalam konteks deep learning atau pembelajaran mendalam yang menekankan pada pemahaman konseptual dan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Menurut ketua tim pelaksana, Dr. Ely Susanti, M.Pd., kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu Pendidikan.
“Guru memegang peran sentral dalam menciptakan suasana belajar yang bermakna. Melalui pendekatan diferensiasi dan deep learning, siswa tidak hanya mampu menyelesaikan soal, tetapi juga memahami konsep dan mampu berpikir kritis dalam pembelajaran matematika,” ujarnya.
Selama pendampingan, guru dilatih membuat Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) Berdiferensiasi dalam pembelajaran matematika. Selain itu, mereka juga diajak mengembangkan assessment formatif yang mendorong kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi, seperti kemampuan pemecahan masalah, penalaran logis, dan representasi matematis.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Salah satu guru peserta, ibu wardiah, S,Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana mengelola kelas dengan siswa yang beragam.
“Selama ini kami sering kesulitan menyesuaikan pembelajaran dengan kemampuan siswa yang berbeda-beda. Setelah pelatihan ini, kami jadi lebih paham cara menerapkan diferensiasi tanpa mengorbankan kedalaman materi,” tuturnya.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa guru yang mengikuti pendampingan mampu merancang pembelajaran yang lebih variatif dan reflektif. Sementara itu, siswa yang menjadi subjek implementasi menunjukkan peningkatan dalam kemampuan berpikir matematis, seperti membuat koneksi antar konsep dan menerapkan ide matematika dalam situasi baru.
Kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan Merdeka Belajar dan Profil Pelajar Pancasila, yang menekankan pembelajaran bermakna, kreatif, dan berpikir kritis. Tim dosen berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah di wilayah Sumatera Selatan.
Dengan adanya pendampingan profesional ini, diharapkan para guru matematika semakin siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21 dan mampu mencetak generasi yang berpikir logis, kreatif, serta adaptif terhadap perubahan zaman.
Setelah pendampingan dan pemberian materi oleh tim dosen PKM, guru guru diarahkan untuk membuat membuat Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) Berdiferensiasi dalam pembelajaran matematika kemudian guru-guru juga diminta mengembangkan assessment formatif.
Tahap berikutnya setelah pelatihan adalah implementasi hasil rancangan pembelajaran oleh guru di sekolah masing-masing. Pada tahap ini, tim pengabdian bekerja secara kolaboratif untuk memastikan bahwa konsep diferensiasi dan deep learning tidak hanya berhenti pada teori, namun juga diterapkan dalam praktik pembelajaran nyata di kelas.
Implementasi awal dilakukan di dua sekolah, yaitu SMP Negeri 6 Palembang dan SMP Negeri 3 Palembang. Kegiatan di SMP Negeri 6 Palembang dimulai dengan forum diskusi terfokus (FGD) antara tim pengabdian dan guru model yang bertugas mengimplementasikan rancangan pembelajaran. FGD tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 November 2025 dan difokuskan pada penyempurnaan bahan ajar, langkah pembelajaran, serta instrumen asesmen formatif yang akan digunakan.
Foto FGD tim pengabdian Bersama guru model di SMPN6 Palembang
Selanjutnya, implementasi pembelajaran dilaksanakan pada tanggal 6 November 2025 dengan materi rotasi untuk siswa kelas IX. Dalam proses implementasi ini, guru model menerapkan strategi diferensiasi melalui variasi proses pembelajaran serta penggunaan tugas yang menyesuaikan profil belajar siswa. Sementara itu, deep learning diintegrasikan melalui diskusi mendalam, koneksi antar konsep, serta penyelesaian masalah kontekstual yang mengajak siswa berpikir tingkat tinggi.
Foto Implementasi di SMPN6 Palembang
Kegiatan serupa juga dilakukan di SMP Negeri 3 Palembang. FGD awal dilaksanakan pada tanggal 12 November 2025 dengan fokus pada peninjauan kesiapan perangkat ajar dan strategi pelaksanaan pembelajaran diferensiasi di kelas. Kemudian, pada tanggal 13 November 2025, implementasi pembelajaran dilakukan bersama guru model pada materi persamaan linear satu variabel. Proses pembelajaran berlangsung secara interaktif, di mana guru memberikan pilihan pendekatan belajar dan tingkat tantangan sesuai kemampuan serta minat siswa.
Foto FGD tim pengabdian Bersama guru model di SMPN3 Palembang
Selama proses implementasi, tim pengabdian melakukan observasi dan dokumentasi untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran. Guru model kemudian mendapatkan kesempatan untuk melakukan refleksi melalui sesi tindak lanjut, sehingga setiap pengalaman mengajar menjadi sumber pembelajaran profesional yang berkelanjutan.
Kegiatan implementasi ini memperlihatkan perkembangan positif baik dalam praktik mengajar guru maupun respon belajar siswa. Guru menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam menerapkan strategi pembelajaran yang lebih variatif, sedangkan siswa tampak lebih aktif, terlibat, dan menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir matematis—baik melalui diskusi, representasi konsep, maupun pemecahan masalah.
Foto Implementasi di SMPN3 Palembang
Dengan berjalannya tahap implementasi ini, kegiatan pengabdian tidak hanya menghasilkan perubahan pada level pengetahuan guru, tetapi juga menciptakan dampak langsung pada kualitas pembelajaran matematika di kelas. Ke depan, tim pelaksana berencana melanjutkan program dengan tahap monitoring lanjutan dan publikasi praktik baik sebagai sumber inspirasi bagi sekolah lain.



