Kamis, 02 Jul 2026 - 15:29:00 WIB - Viewer : 3136

Menguatkan Matematika, FKIP Unsri Dorong Pembelajaran Etnomatematika Internasional

Redaksi AMPERA.CO

IST

AMPERA.CO, Palembang — Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Etnomatematika untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika Siswa melalui Budaya dan Kearifan Lokal” pada Senin, 15 Juni 2026.

Kegiatan yang dipimpin oleh Dr. Somakim, M.Pd., tersebut menghadirkan narasumber internasional Prof. Dr. Abdul Halim Abdullah dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM). FGD ini merupakan bagian dari kolaborasi internasional antara Universitas Sriwijaya dan Universiti Teknologi Malaysia yang sepenuhnya didanai oleh LPDP melalui Equity Program Universitas Sriwijaya.

FGD yang dihadiri guru-guru matematika kota palembang beserta pengawas ini membahas pentingnya pendekatan etnomatematika sebagai strategi pembelajaran yang mengintegrasikan budaya lokal dan praktik kehidupan masyarakat ke dalam konsep-konsep matematika formal. Pendekatan ini dinilai mampu menjadikan pembelajaran matematika lebih kontekstual, bermakna, serta dekat dengan pengalaman nyata siswa.

Prof. Dr. Abdul Halim Abdullah dalam paparannya menekankan bahwa matematika tidak semestinya dipandang sebagai ilmu yang terpisah dari kehidupan sosial dan budaya. Menurutnya, nilai-nilai budaya yang hidup di masyarakat menyimpan berbagai pola, konsep, dan praktik matematis yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman konseptual siswa.

Melalui pendekatan etnomatematika, peserta FGD diajak melihat bahwa aktivitas budaya dan kearifan lokal bukan sekadar warisan yang dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi sumber belajar yang relevan untuk membangun kemampuan berpikir matematis. Integrasi budaya dalam pembelajaran diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat identitas lokal, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya.

Ketua kegiatan, Dr. Somakim, M.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan pembelajaran matematika berbasis budaya menjadi salah satu upaya strategis dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21 yang menuntut pembelajaran lebih kontekstual dan berpusat pada siswa sesuai SDGs tentang pendidikan berkualitas.

Selain menjadi forum pertukaran gagasan akademik, kegiatan ini juga diharapkan menjadi pijakan awal bagi penguatan kerja sama riset dan pengembangan inovasi pembelajaran matematika antara Universitas Sriwijaya dan Universiti Teknologi Malaysia. Kolaborasi internasional ini diharapkan dapat menghasilkan praktik-praktik pembelajaran yang kreatif, berdampak, dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan di tingkat lokal maupun global.

Melalui kegiatan ini, FKIP Universitas Sriwijaya menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang terus mendorong lahirnya inovasi pembelajaran berbasis budaya untuk membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akar yang kuat pada nilai dan kearifan lokal.