Jumat, 22 Agu 2025 - 11:34:00 WIB - Viewer : 4200
Penugasan Dosen ke Sekolah: Wujud Kemitraan Dosen-Guru untuk Pendidikan yang Berkualitas
AMPERA.CO - Penugasan Dosen ke Sekolah (PDS) merupakan salah satu program yang diselenggarakan secara rutin oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwijaya. Program ini bertujuan untuk membina kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam pengembangan pendidikan dan memberikan pendampingan profesional kepada guru dalam penerapan strategi pembelajaran yang inovatif dan kreatif. Tujuan program ini selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia, terutama pada SDG 4: Pendidikan berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan.
Program Studi (PS) Pendidikan Kimia merupakan salah satu program studi yang terlibat dalam kegiatan PDS pada semester Genap 2024/2025. Penulis yang merupakan dosen PSP Kimia melaksanakan PDS ke Sekolah Menengah Atas (SMA) Srijaya Negara selama empat bulan, Februari hingga Mei 2025.
Pelaksanaan PDS dalam Pembelajaran Kimia
Sebelum melaksanakan program PDS ini ke SMA Srijaya Negara, Penulis terlebih dahulu memaparkan linimasa dan jenis kegiatan yang akan dilaksanakan selama PDS pada Rapat FKIP yang dihadiri oleh Dekan, Koordinator PS, Kepala SMA Srijaya Negara, Wakil Kepala SMA Srijaya Negara, dosen dan guru yang terlibat pada tanggal 9 Februari 2025. Beberapa saran diperoleh dari presentasi ini diantaranya penunjukan Ibu Dini Sri Octaviani, S.Pd., sebagai guru kimia yang menjadi pasangan kolaborasi Penulis, kegiatan utama yang akan dilakukan selama PDS, sinkronisasi jadwal, dan kesepakatan peran dan tanggung jawab.
Ada tiga kegiatan utama yang menjadi fokus dalam program PDS antara Penulis dan guru kimia SMA Srijaya Negara meliputi reviu dan revisi perangkat pembelajaran, implementasi perangkat yang telah direvisi, dan refleksi hasil implementasi. Penulis membantu guru meninjau silabus, modul ajar, dan LKPD yang ada supaya relevan dengan perkembangan ilmu terutama menekankan pada pembelajaran inkuiri dan prinsip kimia hijau. Kegiatan reviu dan revisi perangkat pembelajaran ini dilaksanakan selama bulan Maret 2025. Setelah perangkat pembelajaran selesai direvisi, perangkat tersebut diimplementasikan di kelas mengeksplorasi topik laju reaksi. Penulis dan guru kimia kemudian melakukan refleksi terkait hasil yang diperoleh dari implementasi perangkat pembelajaran tersebut di kelas. Hasil pelaksanaan tiga kegiatan utama PDS ini kemudian dipresentasikan dan dibahas di dalam Rapat FKIP dihadiri oleh Dekan, Koordinator PS, Kepala SMA Srijaya Negara, Wakil Kepala SMA Srijaya Negara, dosen dan guru yang terlibat pada tanggal 7 Agustus 2025. Presentasi ini merupakan wujud dari pelaksanaan monitoring dan evaluasi (Monev) yang sangat penting dalam program PDS karena berfungsi mengevaluasi dampak jangka pendek dari program terhadap pihak yang terlibat, seperti apakah terjadi peningkatan kompetensi bagi guru atau apakah penugasan selaras dengan tridarma perguruan tinggi.
Pentingnya PDS
Selain memperkuat kemitraan dan kerjasama antara FKIP Universitas Sriwijaya dan SMA Srijaya Negara, program PDS ini memiliki peran penting bagi pengembangan profesional dosen dan guru. Program ini merupakan wadah yang mengakomodasi diskusi interaktif antara dosen dan guru mengenai pentingnya model inkuiri dan aplikasi prinsip kimia hijau dalam pembelajaran kimia. Program ini juga membekali guru dengan kemampuan untuk merancang eksperimen kimia yang mengadopsi model inkuiri dan prinsip kimia hijau dalam rangka meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Selain itu, perangkat pembelajaran yang direvisi tidak hanya memastikan kurikulum sekolah terbarui dan relevan, tetapi juga dapat didiseminasikan dalam forum akademis. Terlebih lagi, hasil evaluasi dan dokumentasi pelaksanaan PDS bisa dijadikan acuan perbaikan di masa depan.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pelaksanaan PDS
Kontribusi PDS bagi pihak yang terlibat sangat nyata, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan PDS selanjutnya. Pertama, sinkronisasi jadwal merupakan faktor yang sangat mempengaruhi kelancaran program PDS. Fakta di lapangan menunjukkan perbedaan kalender akademik sekolah dan perguruan tinggi menyebabkan sulitnya mencari waktu yang cocok. Kedua, fasilitas sekolah juga perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan PDS yang melibatkan eksperimen di laboratorium. Ketiga, Monev Proses sebaiknya dilaksanakan sehingga dapat membantu dosen dan guru dalam mengidentifikasi kesesuaian antara realisasi (kegiatan yang dilakukan) dan rencana (rancangan, jadwal, dan target yang disepakati) serta kendala yang dihadapi sejak dini. Keempat, dosen hanya terlibat satu kali dalam program PDS ini, sehingga kegiatan ini terkesan bersifat sekali jalan bagi dosen tersebut dan tindak lanjut progam setelah penugasan selesai belum terdefinisi dengan jelas.
Program PDS merupakan wujud kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah serta antara dosen dan guru untuk merealisasikan SDGs pendidikan yang berkualitas. Meskipun program ini memiliki dampak positif bagi pihak yang terlibat di dalamnya, beberapa hal penting perlu menjadi perhatian untuk keberlanjutan program dan memastikan penugasan dosen ke sekolah benar-benar berdampak dan tepat sasaran.
*) Penulis adalah dosen Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya



