Minggu, 19 Mar 2017 - 23:22:00 WIB - Viewer : 9436
Petarung di Pilkada Palembang 2018
AMPERA.CO, Palembang - Pilkada Kota Palembang di jadwalkan akan dilaksanakan pada Juni 2018 mendatang, hal itu sesuai dengan aturan Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016, tentang pemilihan Gubernur, Walikota dan Bupati.
Pada Pilkada serentak 2018 nanti, ada beberapa Kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel) yang melaksanakan pemilihan. Tapi, sebagai ibukota Provinsi Sumsel, aura dan aroma nya sangat jauh berbeda dengan daerah lainnya.
Tidak heran, saat ini, sudah banyak sosok yang sudah memunculkan diri kepermukaan untuk menarik perhatian rakyat Palembang yang berpenduduk lebih kurang 1,7 juta jiwa.
Pemerhati Sosial, IKA FISIP Universitas Sriwijaya (Unsri), Bagindo Togar Butar Butar mengatakan, pribadi berbagai macam golongon atau elit politik sudah mulai bergerak. Yang menjadi pertanyaan mengapa mereka ingin mengikuti kontestasi Pilkada Palembang 2018 ?
Dapat diartikan bahwa Bakal Calon (Balon) tersebut berebut lolos sebagai calon Walikota dikarenakan, gengsi, popularitas dan berbagai hak istimewa terkait jabatan Kepala Daerah.
"Tentu tidak bisa kita pungkiri, Walikota sebagai pengambil keputusan dalam penggunaan APBD Kota Palembang yang cukup luar biasa angkanya yakni Rp 3,7 triliun,"katanya, Minggu (19/3).
Menurutnya, meski jadwal Pilkada Palembang masih sekitar 1 tahun lagi. Tapi, tidak sedikit para Balon berseliweran di mata dan rana publik. Baik secara sembunyi-sembunyi (malu-malu) maupun secara terang-terangan mendeklarasikan diri siap bertarung di Pilkada Palembang 2018.
Beragam upaya sosialisasipun di luncurkan guna mendekatkan diri kepada masyarakat, kelompok maupun partai politik (Parpol) dengan tujuan memperoleh dukungan sosial politik yang sah, agar bisa lolos jadi pasangan Walikota/Wakil Walikota.
Jika tidak memperoleh tiket dari Parpol, para Balon, akan berjuang melalui jalur independen atau perseorangan.
"Tapi perlu di catat, jalur perseorangan, persyaratannya lebih berat. Utamanya soal waktu yang lebih dan energi yang tak bisa dipisahkan,"ujarnya.
Dijelaskannya, pra Pilkada Kota Palembang 2018, berbeda dengan kondisi Pilkada sebelumnya. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya Balon yang berani tampil di muka publik.
"Hal itu pertanda baik, karena Kota Palembang tidak krisis sumber pemimpin,"bebernya.
Disebutkannya, ada beberapa nama Balon yang serius dipublis dalam beberapa waktu terakhir. Sebut saja petahana Harnojoyo dan Wakilnya Fitriani Agustinda, Sarimuda dan Mularis (Calon Walikota Palembang 2013-2018), Hendri Zainuddin (DPD RI), Hafis Tohir (DPR RI), Abdul Rozak (Ketua DPD Nasdem Palembang), Firmansyah Hadi (Ketua Komisi III DPRD Palembang).
Tapi sayangnya, hingga saat ini belum ada parpol atau pendukung pengusung yang menjagokan para Balon tadi. Walaupun tidak sedikit dari para Balon tadi mengirim pesan yang spekulatif bahwa akan didukung oleh Parpol-parpol tertentu.
Dari banyaknya calon tadi, ia mengerucutkan dalam 3 kelompok. Pertama, figur-figur yg sudah sangat populer dan berpeluang besar untuk dapat tiket dari parpol. Sepertii, Sarimuda, Fitriani Agustinda, Mularis dan Harnojoyo
Kemudian figur yang mulai populer yang bisa menjadi alternatif untuk diberi tiket oleh parpol, Firmansyah Hadi, Chairul S Maddiyah, Hendri Zainuddin dan Hafis Tohir
Yang ketiga adalah figur yang mulai populer, tetapi rendah peluangnya untuk dapat tiket dari parpol, yakni Abdul Rozak, Hernoe Roespridjadji dan lainnya.
Saat ini Sarimuda tengah bergerilya mencari dukungan Parpol-parpol dan sosok yang akan dijadikan wakilnya. Sementara Harnojoyo dan Fitrianti Agustinda sedang berjuang agar bisa mempertahankan sebagai pasangan dan meningkatkan kinerja mereka kepada rakyat Palembang dalam rangka meningkatkan elaktabilitas.
Sementara untuk Chairul S Maddiyah, Hafis Tohir, Mularis dan Hendri Zainuddin kalah cepat dalam melakukan lobi-lobi untuk bisa maju Pilkada Palembang.
"Bisa saya simpulkan Kontestasi Pilkada Palembang 2018 hanya diikuti oleh 3 Pasang. Dimana peluang menang nyaris sama, dikarenakan segmen, isu dan strategi marketing politik menjadi kunci taruhan antar pasangan,"pungkasnya.



