Selasa, 22 Sep 2026 - 21:05:00 WIB - Viewer : 228
Dosen dan Mahasiswa FKIP Universitas Sriwijaya Dampingi Guru SD Negeri di Pemulutan
// Terapkan Media Pembelajaran Pecahan Berbasis Deep Learning
IST
AMPERA.CO, Ogan Ilir – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya melaksanakan program pengabdian di SD Negeri 14 Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, dengan judul “Pelatihan Penerapan Media Pembelajaran Built-in Definition of Fraction dalam Pembelajaran Matematika Berbasis Deep Learning untuk Guru Sekolah Dasar di Pemulutan.” Program ini dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
Tim pengabdian diketuai oleh Dr. Darmawijoyo, M.Si. dengan anggota dosen Prof. Dr. Yusuf Hartono, M.Sc., Dr. Budi Mulyono, S.Pd., M.Sc., Dr. Meryansumayeka, S.Pd., M.Sc., Dr. Elika Kurniadi, S.Pd., M.Sc., Septy Sari Yukans, S.Pd., M.Sc., Elsa Susanti, M.Pd., Annisa Oktavia Lestari, S.Pd., M.Pd., dan Dea Alvionita Azka, M.Sc.Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa, yaitu Yudha Mahendra, Khaerani Dwi Saputri, Fikri Anggara, Rafa Bagus Andika, dan Ratu Nurrafa Aalia, yang turut berpartisipasi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan di sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi program yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 di SD Negeri 14 Pemulutan. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan program pengabdian sekaligus membangun sinergi antara Universitas Sriwijaya, pihak sekolah, dan pemangku kepentingan pendidikan di Kecamatan Pemulutan dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran matematika.
Acara dibuka oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala SD Negeri 14 Pemulutan, Zakaria, S.Pd., Gr. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian FKIP Universitas Sriwijaya atas kepercayaan yang diberikan kepada SD Negeri 14 Pemulutan sebagai mitra pelaksanaan program serta berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran yang inovatif.
Selanjutnya, Dr. Budi Mulyono, M.Sc. selaku perwakilan Tim FKIP Universitas Sriwijaya menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan. Beliau menjelaskan bahwa program pengabdian dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran Built-in Definition of Fraction yang mendukung pembelajaran matematika berbasis Deep Learning, sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Kegiatan sosialisasi juga dihadiri oleh Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Pemulutan, Arna Elhami, S.Pd., M.Si., yang memberikan sambutan sekaligus menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program. Beliau mengapresiasi kolaborasi antara FKIP Universitas Sriwijaya dengan sekolah-sekolah di Kecamatan Pemulutan serta berharap pendampingan yang dilakukan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran matematika yang inovatif dan berdampak pada peningkatan kualitas hasil belajar siswa.
Setelah sesi foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan rencana pelaksanaan program oleh Tim PkM Dr. Darmawijoyo, M.Si. Pada sesi ini dijelaskan tahapan kegiatan yang meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan implementasi di kelas, hingga evaluasi program. Tim juga memaparkan target luaran yang diharapkan, yaitu meningkatnya kompetensi guru dalam menerapkan media pembelajaran yang efektif untuk mendukung pembelajaran matematika di sekolah dasar.

Tahapan berikutnya dilaksanakan pada 6 Agustus 2026 melalui kegiatan pelatihan penerapan media pembelajaran Built-in Definition of Fraction. Dalam pelatihan ini, guru-guru memperoleh penguatan mengenai konsep pembelajaran matematika berbasis Deep Learning, penggunaan media pembelajaran untuk membangun pemahaman konseptual tentang pecahan, serta strategi mengintegrasikan media tersebut ke dalam proses pembelajaran yang aktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Ketua tim pengabdian, Dr. Darmawijoyo, M.Si., menjelaskan bahwa pada dasarnya siswa sekolah dasar telah akrab dengan konsep pecahan melalui bahasa yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya ketika berbagi makanan secara adil dengan teman atau anggota keluarga. Ungkapan seperti "dibagi dua sama besar", "setengah bagian", atau "seperempat kue" merupakan pengalaman nyata yang telah dimiliki siswa sebelum mereka mempelajari simbol dan notasi matematika secara formal. Oleh karena itu, media Built-in Definition of Fraction dikembangkan sebagai jembatan yang membantu siswa melakukan transisi dari pemahaman informal yang berasal dari bahasa sehari-hari menuju pemahaman formal tentang konsep pecahan dalam matematika. Dengan pendekatan tersebut, siswa diharapkan tidak sekadar menghafal notasi pecahan, tetapi mampu membangun sendiri makna pecahan berdasarkan pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka. Seluruh anggota tim dosen bersama mahasiswa pendamping turut memberikan bimbingan selama sesi praktik penggunaan media.
Program pengabdian ini akan berlanjut pada Agustus hingga September 2026 melalui pendampingan implementasi di kelas. Pada tahap ini, guru-guru SD Negeri 14 Pemulutan akan mempraktikkan penggunaan media pembelajaran Built-in Definition of Fraction dalam pembelajaran matematika dengan pendampingan langsung dari tim pengabdian. Pendampingan dilakukan untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan pembelajaran, mengevaluasi efektivitas penggunaan media, serta memastikan guru mampu mengimplementasikan pembelajaran berbasis Deep Learning secara mandiri dan berkelanjutan.

Dr. Darmawijoyo menambahkan bahwa keberhasilan pembelajaran matematika di sekolah dasar sangat bergantung pada kemampuan guru menghubungkan konsep matematika dengan pengalaman nyata siswa. Melalui media Built-in Definition of Fraction, guru didorong untuk memanfaatkan bahasa dan pengalaman sehari-hari siswa sebagai titik awal pembelajaran sebelum mengarahkan mereka pada representasi matematis yang lebih formal. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Deep Learning, yaitu membangun pemahaman konseptual yang mendalam sehingga pengetahuan yang diperoleh siswa menjadi lebih bermakna dan dapat diterapkan dalam berbagai situasi. (Yk)



