Minggu, 19 Apr 2015 - 17:35:50 WIB - Viewer : 5636

Premium Dihapus,Netizen Minta Mafia Migas Diberantas

ilustrasi – (foto: Kompas.com)

AMPERA.CO, Jakarta - Pemerintah berencana untuk menghapus secara penuh penggunaan bensin Premium dalam dua tahun kedepan. bensin premium (Ron 88) akan digantikan oleh pertalite (Ron 90). Pertalite sendiri akan resmi diberlakukan secara bertahap mulai Mei 2015, di kota-kota besar di Jawa, Madura dan Bali, seperti Jakarta, Surabaya, Semarang dan Bandung.

Penggantian Premium ke Pertalite ini terntunya memiliki efek langsung ke harga, walau Pertamina belum merilis harga resmi Pertalite, namun diperkirakan antara harga Premium (Rp 7.400/liter) dan harga Pertamax (Rp 8.600/liter).

Lalu Bagaimana publik, khususnya netizen Indonesia menanggapi penggantian Premium dengan Pertalite ini?

Bendasarkan hasil rangkuman dari eveline.com yang dikutip oleh AMPERA.CO, minggu (19/4) menyebutkan, perbincangan di media sosial Indonesia, khususnya Twitter selama periode 14 – 19 April 2015, dimana pada rentang waktu tersebut terdapat total pembicaraan sejumlah 11.688 tweet tentang penghapusan Premium diganti dengan Pertalite. Jumlah yang sangat besar, di mana kurang lebih ada 2.000 tweet yang dicuitkan netizen setiap harinya terkait masalah ini.

Dari jumlah tersebut, 3.747 tweet bicara tentang concern netizen perihal penghapusan subsidi BBM oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan harga Pertalite nantinya tidak akan mendapat subsidi sama sekali dari pemerintah, beda dengan Premium. Alih-alih mengganti Premum dengan Pertalite, sebagian besar netizen meminta pemerintah lebih fokus pada pemberantasan mafia migas yang selama ini dianggap bertanggung jawab terhadap carut-marutnya dunia perminyakan tanah air. Hal ini terlihat dari 1.863 tweet yang bicara tentang desakan pemberantasan mafia migas.

Yang paling menarik adalah, adanya 593 tweet yang dicuitkan netizen menyatakan bahwa rencana penghapusan Premium diganti dengan Pertalite yang harganya lebih mahal adalah akal-akalan pemerintah.

Bagaimana pemerintah merespon suara publik khususnya netizen Indonesia ini? Kita lihat saja hingga awal Mei mendatan saat Pertalite resmi dipasarkan.