Kamis, 08 Nov 2018 - 22:37:00 WIB - Viewer : 320

Ribut dengan Presiden Trump, Wartawan Ini Dilarang Masuk Gedung Putih

Ed : Feri

AMPERA.CO, Wasington DC - Gedung Putih melarang wartawan CNN untuk melakukan peliputan setelah reporter itu terlibat adu mulut dengan Presiden AS Donald Trump dalam sebuah konferensi pers. 

Wartawan CNN atas nama Jim Acosta itu, terlibat adu mulut dengan Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Rabu (7/11) waktu setempat, usai digelarnya pemilu sela AS.

"Gedung Putih menangguhkan hard pass untuk reporter yang terlibat adu mulut hingga pemberitahuan lebih lanjut," ucap juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, merujuk pada Acosta.

Terpisah via Twitter, Acosta mengeluhkan dirinya yang dilarang masuk Gedung Putih.

Adu mulut diketahui terjadi setelah Acosta menolak permintaan Trump untuk duduk dan menyerahkan mikrofon yang dipegangnya saat konferensi pers. Trump pun marah dan menyebut Acosta sebagai orang yang kasar dan buruk.

Acosta saat itu bersikeras mengajukan pertanyaan soal pandangan Trump terhadap karavan imigran Amerika Tengah yang sedang bergerak ke perbatasan AS.

Trump berkata "itu cukup" dan seorang staf magang Gedung Putih berupaya merebut mikrofon yang dipegang Acosta namun gagal.

Perilaku Acosta yang menolak menyerahkan mikrofon kepada staf magang Gedung Putih yang seorang wanita muda itu, disinggung oleh Sanders dalam pernyataannya. Sanders bahkan menyebutnya sebagai perilaku yang tidak bisa diterima. 

"Presiden Trump percaya pada kebebasan pers dan mengharapkan dan menyambut baik pertanyaan-pertanyaan sulit untuk dirinya dan pemerintahannya. Namun, kami tidak akan pernah mentoleransi seorang reporter yang meletakkan tangannya ke seorang wanita muda yang berupaya melakukan tugasnya sebagai staf magang Gedung Putih. Perilaku ini sungguh tidak bisa diterima," ujar Sanders dalam pernyataannya. 

Merasa tidak melakukan perilaku tak pantas seperti yang dituduhkan, Acosta menanggapi pernyataan Sanders via Twitter.

"Ini sebuah kebohongan," tegas Acosta, yang sebelumnya juga pernah terlibat pertikaian dengan Trump. 

Asosiasi Koresponden Gedung Putih, kelompok yang mewakili korps pers di sana menyebut keputusan itu "berlebihan" dan "tidak dapat diterima".

"Kami mendesak Gedung Putih untuk segera membatalkan tindakan yang tak berdasar ini."


    TAGS   :

Komentar Berita