Rabu, 07 Okt 2026 - 15:12:00 WIB - Viewer : 364

Tata Ruang Goes to Campus, Dinas PUBMTR Sumsel Gandeng Universitas Tamansiswa Palembang

Redaksi AMPERA.CO

AMPERA.CO, Palembang - Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses penataan ruang, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBMTR) Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan kegiatan Tata Ruang Goes to Campus di Universitas Tamansiswa Palembang, Selasa (06/10).

Bertempat di Auditorium Universitas Tamansiswa Palembang, kegiatan ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga selesai dengan mengusung tema “Tata Ruang Goes To Campus: Peran Universitas dalam Mewujudkan Penataan Ruang Menuju Kehidupan yang Lebih Baik” diikuti oleh jajaran Rektorat Universitas Tamansiswa Palembang, Dekan Fakultas Teknik Universitas Tamansiswa Palembang Dr. Hendra Dwipayana, S.T., M.T., para dosen, serta mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Tamansiswa Palembang.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Tamansiswa Palembang Dr. Hendra Dwipayana, S.T., M.T, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting untuk memperluas pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya penataan ruang serta membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam mendukung pembangunan yang lebih tertata.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sekretaris Dinas Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan, Ardani Saputra, S.T., M.M. yang turut memberikan pengantar mengenai pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan penataan ruang yang baik.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Fakultas Teknik Universitas Tamansiswa Palembang dengan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan. Prosesi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kerja sama antara dunia pendidikan dan pemerintah, khususnya dalam bidang penataan ruang.

Dalam Kegiatan Seminar, dihadirkan tiga narasumber yang memiliki latar belakang akademik dan praktis di bidang teknik sipil serta penataan ruang. Narasumber pertama adalah Ir. Ganda Anderson, S.T., M.T., Dosen Teknik Sipil Universitas Tamansiswa Palembang. Narasumber kedua, Ari Setiawan, S.ST., M.T., yang juga merupakan Dosen Teknik Sipil Universitas Tamansiswa Palembang. Sementara itu, narasumber ketiga sekaligus narasumber khusus adalah Ir. Faustimo Do Carmo, S.T., M.Si., Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan sekaligus alumni Teknik Sipil Universitas Tamansiswa Palembang.

Pada sesi pertama, Ir. Ganda Anderson, S.T., M.T., membahas mengenai peranan dunia kampus, baik secara internal maupun eksternal, dalam optimalisasi tertib penataan ruang. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui pengelolaan fasilitas, pendidikan, riset, serta pemberian masukan terhadap kebijakan.

Melalui berbagai peran tersebut, kampus dapat turut mendukung pemanfaatan ruang yang lebih tertib, aman, adil, dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pendidikan, tetapi juga dapat berkontribusi dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan di masyarakat.

Selanjutnya, Ari Setiawan, S.ST., M.T., memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai optimalisasi tata ruang, dengan membahas sejumlah aspek penting seperti rencana tata ruang, aturan Garis Sempadan Bangunan (GSB), serta Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Materi tersebut memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai bagaimana perencanaan dan pemanfaatan ruang perlu memperhatikan aturan serta keseimbangan antara pembangunan dan kebutuhan lingkungan.

Tantangan Penataan Ruang dan Peran Pemerintah

Sementara itu, narasumber ketiga, Ir. Faustimo Do Carmo, S.T., M.Si., membahas berbagai tantangan dalam penataan ruang, peran pemerintah, serta pelaksanaan penataan ruang.

Sebagai Kepala Bidang Penataan Ruang sekaligus alumni Teknik Sipil Universitas Tamansiswa Palembang, penyampaian materi tersebut memberikan perspektif mengenai tata ruang dari pemerintahan.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa penataan ruang memiliki peran penting dalam mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. Karena itu, pelaksanaan penataan ruang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.