Rabu, 19 Agu 2015 - 23:53:00 WIB - Viewer : 5774

Wisata Kuliner Palembang ala Kelana Rasa

Kurniahadi

AMPERA.CO / Kurniahadi
Kelana Rasa wisata kuliner di Palembang

AMPERA.CO, Palembang – Arie Parikesit yang merupakan Founder Kelana Rasa Culinary Solutions pada kesempatan kali ini mengunjungi kota Palembang sebagai tempat berkelana Rasa. Ia juga membawa 28 orang lainnya yang tergabung dalam peserta Kelana Rasa Palembang yang berasal dari berbagai kota. Rombongan Kelana Rasa berada di Palembang selama tiga hari, yakni hari Sabtu hingga hari Senin, 15-17 Agustus 2015.

Dihari kedua, AMPERA.CO berkesempatan ikut langsung dalam perjalanan rombongan Kelana Rasa untuk berwisata kuliner panganan lokal asli Palembang.

Pada hari pertama rombongan telah mencicipi kuliner pempek di Pempek Saga, Pindang Warung Makan Terapung dan Soto Palembang Pasar 16, serta seafood khas Palembang di Kampung Kapitan. Untuk hari kedua, rombongan akan berwisata kuliner sambil berkeliling kota Palembang. 

Rombongan Kelana Rasa memulai hari kedua di pagi hari dengan mencicipi makanan khas untuk sarapan orang Palembang. Nama tempatnya yakni warung Harum Sari, berlokasi di salah satu ruko samping kiri hotel Horison Cinde. Menu andalan warung yang telah berdiri sejak 1970 ini yaitu laksan, celimpungan, lontong, soto, burgo, dan bubur ayam khas Palembang.

Menurut Arie, bubur ayam disini enak dan patut di coba, kaldunya sangat khas dan berbeda dengan bubur ayam pada umumnya. Warung ini seringkali dikunjungi oleh pejabat pemerintah dan artis yang sedang berkunjung ke Palembang. 

Setelah sarapan, rombongan Kelana Rasa blusukan ke pasar Cinde. Disana para peserta berkeliling dan membeli jajanan khas Palembang seperti kue delapan jam, kue kojo, gandus, engkak, dan lain-lain. Setelah asik berbelanja jajanan Palembang, para peserta kembali ke hotel dan menikmati bersama hasil perburuan di lobi Hotel.

Sekitar pukul 11.30 wib, rombongan Kelana Rasa melanjutkan perjalanannya untuk menjelajah kuliner khas kota Palembang.

Bus ukuran medium yang membawa 28 peserta kuliner langsung bertolak ke daerah Kertapati mengunjungi pusat pembuatan kerupuk dan kemplang Mang Din. Kerupuk dan Kemplang Mang Din berlokasi di 1 Ulu, Kertapati. Disana rombongan berkempatan mencicip berbagai jenis kemplang yang terbuat dari ikan-ikan yang berbeda, mulai dari kemplang ikan tenggiri hingga kemplang ikan gabus. Selain itu para peserta juga tak menyia-nyiakan kesempatan membeli kemplang sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke daerah masing-masing.

Setelah puas mencicipi kemplang dan berbelanja oleh-oleh, para peserta Kelana Rasa berangkat menuju daerah Plaju. Diperjalanan, tidak lupa rombongan mampir untuk mencicipi Sate Khas Palembang di Rumah Makan Wak Din yang berlokasi di pasar klinik 7 Ulu.

Sesampainya di daerah Plaju, rombongan Kelana Rasa menyinggahi Pempek Akiun. Pempek Akiun terkenal dengan panganan khas Palembang seperti model, tekwan, pempek kapal selam, otak-otak, dan es kacang merah. Tempat ini selalu ramai dikunjungi pembeli terutama pada sore hari.

Waktu telah menunjukkan pukul 13.00 wib, rombongan pun melanjutkan wisata kulinernya ke daerah Jakabaring. Disana rombongan Kelana Rasa singgah di Rumah Makan Pindang Burung Jakabaring. Berbagai jenis burung tersedia dalam menu, diantaranya Burung Punai, Burung Ayam-ayam, Burung Perlung, dan Burung Blibis. Tiap-tiap orang berkesempatan menyantap semua jenis burung yang disajikan dalam olahan pindang. Namun bisa juga jika kita ingin memesan dalam hidangan burung goreng. Rumah Makan Pindang Burung terletak tepat di simpang tiga pasar induk Jakabaring.

Hari semakin sore, sebelum kembali ke hotel dan melanjutkan perjalanan kuliner di malam hari, rombongan menghampiri kios Palembang Harum. Kios yang digagas oleh Mardo ini berdiri sejak tahun 2014. Makanan yang disajikan yakni kudapan khas Palembang seperti Bluder, Kojo, Engkak dan lain-lain. Salah satu kuliner yang spesial dari Palembang Harum yakni Pempek Tabok. Disebut Pempek Tabok karena ukurannya yang besar bisa di umpamakan untuk memukul (dalam bahasa Palembang menabok) orang. Selain itu, Palembang Harum menggagas konsep modern dengan sajian tradisonal khas Palembang.

Selama perjalanan hari kedua, rombongan juga diajak mengunjungi Jakabaring Sport City, Museum Songket Zainal, dan pusat oleh-oleh Kaos Nyenyes.

Sekitar pukul 18.00 wib rombongan tiba di hotel untuk beristirahat sejenak dan akan melanjutkan perjalanan kuliner di malam hari. Leni Malini, salah satu peserta yang berasal dari Jakarta mengaku sangat menikmati perjalanan kuliner tersebut. Wanita yang sehari-hari berprofesi sebagai karyawan swasta ini memang sangat menyukai masakan nusantara. Ditanya mengenai makanan khas Palembang sendiri, Leni ternyata memfavoritkan semuanya, namun ia kurang menyukai makanan yang terlau pedas ataupun terlalu manis.

Di malam hari, rombongan Kelana Rasa memulai perjalanan sekitar pukul 19.30 wib. Bus bertolak ke daerah sekitar masjid Agung untuk mengantarkan peserta menyantap Martabak HAR. Para peserta mengungkapkan bahwa ternyata rasa Martabak HAR yang ada di Palembang lebih enak dibandingkan dengan martabak telur yang mereka temui di kota lain. Seperti kita ketahui, saat ini martabak telur, HAR khususnya sudah banyak cabang dan mudah di temui di kota-kota besar di Indonesia.

Setelah selesai menyantap martabak HAR langsung di kota asalnya tersebut, rombongan melanjutkan wisatanya untuk mencicipi makanan khas yang biasa dihidangkan ketika menghadiri undangan pernikahan di Palembang. Hidangan tersebut tak lain adalah Nasi Samin. Rombongan Kelana Rasa diajak mengunjungi salah satu Catering terkemuka di Palembang, yaitu Catering Lembaga yang berlokasi di daerah Makarayu.

Sesampainya di lokasi, rombongan Kelana Rasa sudah disambut dengan nuansa pesta kebun. Lampu hias dan round table telah tertata rapi dengan konsep jamuan tamu VIP khas Palembang. Disana rombongan dihidangkan berbagai macam menu dan lauk-pauk hidangan kondangan khas Palembang. Diantaranya yaitu nasi Samin, pentul daging dan pentul ikan, ayam kecap, sayur buncis, gabus, dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan, ikan asin pun dihidangkan. Sajian makan malam ala Catering Lembaga menutup Kelana Rasa hari kedua.

Arie Pariekesit mengungkapkan bahwa banyak sekali manfaat yang didapatkan peserta Kelana Rasa ini. Bukan hanya pengalaman kuliner, tapi juga sebagai pengetahuan. Seperti contohnya ketika berkunjung ke pasar Cinde. Para peserta diajak berkeliling sekaligus diberikan wawasan tentang  bahan-bahan masakan apa saja yang khas ada di Kota Palembang dan tidak ada di pasar lain pada umumnya.

Feri Yuliansyah

Komentar Berita